Tampilkan postingan dengan label Anti Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Virus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2012

Bahaya Program Anti Virus

Sejak ditemukan virus telah mengalami perkembangan teknologi yang cukup besar, demikian juga program Antivirus yang ada. Sayangnya perkembangan Antivirus biasanya hanya mengejar perkembangan virus dan bukan berusaha mendahuluinya. Antivirus yang ketinggalan (teknologinya) justru dapat mengundang bahaya bagi pemakai.
Ketika virus-virus berhasil dideteksi keberadaannya, virus-virus yang baru selalu bermunculan dengan teknologi yang lebih canggih yang membuat antivirus menjadi tak berdaya . Antivirus yang lama misalnya, selalu dapat dibuat dengan teknologi stealth, dengan demikian ketika antivirus ini berusaha mendeteksi file-file yang lain, virus yang stealth tadi justru menyebarkan dirinya ke setiap file yang diperiksa.
Di berbagai majalah tentunya Anda sering melihat adanya program-program antivirus satuan khusus (spesifik) yang tujuannya untuk mendeteksi satu jenis virus. Biasanya para pembuat antivirus tidak memberitahukan cara-cara yang benar untuk menggunakan program antivirus ini, padahal antivirus spesifik memiliki risiko yang besar jika tidak digunakan secara benar.
Antivirus spesifik hanya mampu mendeteksi satu jenis virus (dan mungkin beberapa variannya) dan biasanya mampu melumpuhkan virus di memori. Jika Anda menemukan suatu virus dan Anda yakin nama virusnya Anda bisa menggunakan Antivirus semacam ini, namun jika Anda tidak tahu, sebaiknya jangan coba-coba. Jika ternyata virus yang aktif adalah virus lain, yang tentunya tidak terdeteksi oleh antivirus ini, maka antivirus tersebut justru dapat menyebarkan virus yang ada ke seluruh file program yang diperiksanya.
Bahaya yang lebih menakutkan adalah jika antivirus salah mendeteksi suatu virus dan salah membersihkannya sehingga file program yang Anda coba untuk perbaiki justru menjadi rusak. Kejadian ini pernah terjadi misalnya pada kasus virus DenHard, virus ini benar-benar mirip dengan die hard, namun virus ini menggunakan teknik yang berbeda untuk mengembalikan header file yang asli, beberapa antivirus yang berusaha membersihkannya justru merusakkan file program tempat virus itu berada. Selain terjadi pada kasus virus DenHard, kasus inipun pernah (dan mungkin masih akan terus) terjadi pada beberapa virus. Salah satu alasan para pembuat virus membuat virus yang mirip adalah supaya virus tersebut sulit dibersihkan, karena para pembuat antivirus tidak suka jika virusnya dapat dengan mudah dibersihkan oleh user.

Mengenal Virus

VirusAnda pasti pernah mendengar istilah virus komputer, bahkan pernah mengalami serangan virus, tentu sangat menjengkelkan dan membuat kita
stress dan pekerjaan kita jadi terganggu.
Virus komputer tidak akan merusak tubuh (Hardware) komputer, virus tersebut hanya merusak data, program, dan system dalam komputer. Bahkan virus banyak yang tidak merusak system maupun data, banyak virus yang tujuannya hanya untuk mengganggu serta memperlambat kerja si pemakai komputer.

Membasmi Virus Tanpa Anti Virus

Lakukan langkah-langkah berikut
1. Nonaktifkan System Restore
Fasilitas System Restore pada Windows berguna untuk mengembalikan konfigurasik sistem ke konfigurasi sebelumnya. Agar sistem yang telah pulih tidak kembali rusak, matikan fasilitas ini dengan klik kanan pada My Computer dan pilih Properties lalau pilih tab System Restore dan centarang bagian Turn Off System Restore on All Drive
2. Matikan Proses Virus
Bagaimanapun caranya, matikan proses virus. Biasanya proses virus memiliki ikon berupa folder atau dokumen MS Word. Gunakan aplikasi seperti Proces Explorer, Pocket Killbox, Show Kill Process, The Killer Machine, dan sebaganya.
3. Pulihkan Registry
Pulihkan registry yang telah di otak-atik oleh virus. Jika tidak, maka virus dapat meninfeksi komputer Anda lagi. Gunakan Hijack This, Registry Cleaner, atau The Killer Machine. Hapus juga entry Scheduled Task yang dibuat oleh virus jika ada.
4. Hapus file-file virus
Gunakan fasilitas Search pada Windows untuk menemukan file-file virus.
5. Munculkan file-file yang disembunyikan virus
Virus pada umumnya tidak begitu kejam dengan menghapus dokumen-dokumen kita. Biasanya file-file tersebut hanya disembunyikan. Gunakan perintah atrib -s -h pada Command prompt untuk memunculkannya kembali.
6. Saran Terakhir untuk Pencegahan
Hati-hati saat melakukan transfer data baik melalui disket, USB Flash Disk, maupun dari jaringan. Tunjukkan file hiden dan kestensi file pada Windows Explorer. Selain itu, jangan mudah tergoda oleh file-file dengan nama yang bagus-bagus

Cara Proteksi Flash Disk Dari Serangan Virus

Dahulu sebagai media penyimpanan orang menggunakan disk drive 5 1/4 dan 3 1/4 dengan kapasitas penyimpanan yang sangat kecil, saat ini kebutuhan penyimpanan data semakin besar, seperti penyimpanan software, file musik, dokumen dll, dan sekarang orang menggunakan flashdisk, selain kecil dan mudah dibawa kapasitasnyapun besar mencapai 8 Gb.
Namun pencipta virus beralih untuk menyebarkan virus melalui media penyimpanan flasdik dengan memanfaatkan fasilitas autorun.inf. Sehingga tanpa sadar si pengguna flashdisk saat mencolokkan flasdisknya ke komputer virus dari flashdisk tersebut akan menyerang ke system regystry komputer tersebut.
Berikut Salah satu cara pencegahan agar flash disk agar tidak tertular virus yaitu dengan cara memanfaatkan salah satu fasilitas anti virus portable buatan indonesia yaitu anti virus smadav.
Salah satu fasilitas yang disediakan anti virus smadav yaitu fasilitas  Smad-Lock. Dengan Smad Lock ini Maka hampir tidak mungkin virus dapat menembus dan menginfeksi Flash Disk dan file yang ada pada flash disk kita.
Kenapa demikian ? Smadav Smad-Lock akan membuat folder  Smad-Lock dan folder autorun.inf yang terproteksi kuat pada flash disk kita. Dengan demikian virus tidak akan mampu masuk dan tidak mampu membuat file auto run untuk menggantikan atau mereplace file auto run yang dibuat oleh Smadav Smad-Lock ini.