Sabtu, 31 Desember 2011

Waspadai Jika Anak Anda Tidur Mendengkur


WASPADAI JIKA ANAK ANDA TIDUR MENDENGKUR 


Dengkur bukan lagi pertanda seseorang sedang nyenyak tidurnya. Justru, mendengkur bisa dikategorikan sebagai bentuk gejala dari suatu penyakit yang mesti diwaspadai.
Penyebab mendengkur ada beberapa macam. Seperti polip atau sinusitis. Orang yang mendengkur dimungkinkan mengalami pembesaran jaringan di hidung bagian belakang yang sifatnya lunak. Di sana ada jaringan adenoid dan concha yang punya banyak saraf dan pembuluh darah.
Kalau mendengkur sampai dialami anak-anak, dapat memengaruhi hasil prestasinya. Pasalnya, mereka mengalami kesulitan bernapas yang akhirnya membuat tidur tidak nyenyak. Sebentar tidur lalu terbangun lagi, dan itu terjadi secara kontinyu. Napasnya serasa tercekik.
Dan, orang yang kurang tidur akan memunculkan sisi psikologis yang negatif. Seperti mudah marah, gelisah, malas, sampai konsentrasi belajar terganggu, yang berakibat pada menurunnya prestasi belajar.
Risiko lainnya adalah anak dapat terkena facies adenoidea. Ini merupakan tanda seorang anak mengalami pembesaran adenois. Tandanya, muka sang anak terlihat seperti wajah dungu. Dia juga sering bernafas melalui mulut yang berisiko memunculkan infeksi saluran napas bawah.
Meski adenois biasa mengecil dengan bertambahnya usia, namun tetap waspadalah jika anak Anda tidur mendengkur. Saat frekuensinya menjadi sering, sudah saatnya Anda menghubungi dokter untuk mendapatkan diagnosa lebih lanjut tentang penyebabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar